
*PAGAR ALAM -* Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kota Pagar Alam melakukan kegiatan survei Angka Konsumsi Ikan (AKI) masyarakat secara langsung ke kelompok pengolah dan pemasar (Poklahsar) dan Unit Pengolahan Ikan (UPI) di Kota Pagar Alam, Selasa (27/10/2026).
Pada survei hari ini, tim DKPP turun langsung ke 4 kelompok binaan unggulan, yaitu *Poklahsar Puja Kusuma Fish, UPI Teras Almair, UPI Pondok Ijo, dan UPI Bunda Azizah.*
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Pagar Alam mengatakan, survei yang menyasar Poklahsar dan UPI ini dilakukan untuk mendapatkan data riil dari sisi hilir, yaitu olahan dan pemasaran ikan.
"Kita tidak hanya survei ke pembudidaya, tapi hari ini kita fokus ke pengolah. Kita ingin tahu, produk olahan apa yang paling laku di masyarakat, berapa permintaan pasar per hari, dan kendala apa yang dihadapi kelompok," jelasnya.

Dari hasil kunjungan ke empat kelompok tersebut, diketahui bahwa produk olahan berbahan baku ikan nila dan lele lokal masih menjadi favorit masyarakat Pagar Alam. Seperti pempek ikan, bakso ikan, nugget, dan ikan asap yang diproduksi oleh UPI Teras Almair, Pondok Ijo, dan Bunda Azizah.
Menurutnya, keberadaan UPI dan Poklahsar sangat membantu meningkatkan angka konsumsi ikan. Masyarakat yang sebelumnya kurang suka ikan segar, menjadi lebih tertarik mengkonsumsi ikan dalam bentuk olahan yang praktis.

"Contohnya di Puja Kusuma Fish dan Bunda Azizah, produknya sudah masuk ke sekolah-sekolah dan toko oleh-oleh. Ini yang mendorong konsumsi ikan kita naik. Ucapnya.
Melalui survei ini, DKPP berkomitmen untuk terus memberikan pembinaan kepada Poklahsar dan UPI binaan agar produk olahan ikan Pagar Alam bisa naik kelas dan berdaya saing, sehingga dapat mendukung ketahanan pangan dan program pencegahan stunting di Kota Pagar Alam.