PAGAR ALAM – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Pagar Alam melaksanakan monitoring ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pematang Sawah Bangun Rejo 2. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemantauan pelaksanaan pelayanan pemenuhan gizi serta mendukung penerapan ketahanan dan keamanan pangan di Kota Pagar Alam. Monitoring tersebut diikuti langsung oleh Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Pagar Alam, Deli Andriani, SE., MM., bersama Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan, Wanhari, SE. Turut hadir staf fungsional, yakni Isti Agustin, S.TP., Novita Aini, SP., Sella Putri Utami, S.TP., dan Septa Wiguna, A.Md. Kegiatan Monitoring Dilaksanakan hari Selasa, 27 Oktober 2026.

Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan di SPPG Pematang Sawah Bangun Rejo 2, dengan perhatian pada aspek konsumsi dan keamanan pangan sebagai bagian penting dalam mendukung penyediaan makanan yang aman, bermutu, dan memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat. Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Pagar Alam, Deli Andriani, SE., MM., menyampaikan bahwa kegiatan monitoring merupakan langkah penting untuk memastikan aspek keamanan pangan menjadi perhatian dalam pelaksanaan pelayanan pemenuhan gizi.

“Melalui kegiatan monitoring ini, kami ingin memastikan bahwa aspek keamanan pangan mendapat perhatian yang serius dalam setiap tahapan penyediaan makanan. Pangan yang dikonsumsi masyarakat harus terjaga kualitas dan keamanannya sehingga dapat mendukung pemenuhan gizi serta kesehatan penerima manfaat,” ujar Deli Andriani. Ia juga menegaskan pentingnya koordinasi dan sinergi antara pihak terkait dalam menjaga kualitas pangan serta meningkatkan kesadaran terhadap penerapan prinsip keamanan pangan dalam setiap proses pengolahan dan penyajian makanan.

Menurutnya, monitoring secara berkala menjadi salah satu upaya untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mendukung program pemenuhan gizi masyarakat. Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Pagar Alam berharap kegiatan monitoring ini dapat memperkuat pengawasan terhadap aspek konsumsi dan keamanan pangan, sekaligus mendorong terwujudnya pelayanan pemenuhan gizi yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Pagar Alam terus berupaya menjalankan peran dalam mendukung ketahanan pangan daerah serta memastikan pentingnya keamanan pangan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Tutupnya (Sella).