Pagar Alam - Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kota Pagar Alam melaksanakan stabilitas harga pangan sekaligus memastikan beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dapat dinikmati oleh masyarakat yang membutuhkan, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kota Pagar Alam melakukan kegiatan pendataan dan pemantauan. Fokus utama kegiatan kali ini adalah titik penyalur resmi berupa jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) dan pengecer di berbagai wilayah Kota Pagar Alam.

Kegiatan pendataan dilakukan secara terperinci, mulai dari jumlah pasokan yang masuk, jenis kualitas beras, hingga jumlah stok yang tersedia di tempat usaha. Setiap pengecer dan pengelola RPK wajib menyampaikan data riil mengenai volume beras yang telah dijual serta sisa stok yang tersimpan. Data tersebut kemudian dicatat dan dimasukkan ke dalam sistem pemantauan terpadu agar pemerintah dapat memetakan kebutuhan di setiap titik. Selain itu, tim pendataan juga memverifikasi harga jual yang diterapkan di lapangan, guna memastikan tetap berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Dalam proses pemantauan, Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan didampingi langsung dengan Plt, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kota Pagar Alam Jepri Zulfikar, SP. M.Si beserta staf Chandra Adhitya, S.TP, Della Pusvita, S.TP, Viving Mulia, S.Kel, Nani Rahmawati turun langsung ke lokasi untuk memeriksa kondisi fisik beras, memastikan kualitasnya tetap layak konsumsi, serta mengecek kelengkapan administrasi yang berkaitan dengan penyaluran. Plt Kepala Dinas Ketahanan dan Perikanan (DKPP) Kota Pagar Alam Jepri Zulfikar, SP., M.Si menyampaikan "Kami ingin memastikan tidak ada penyelewengan, seperti penimbunan barang atau penjualan di luar ketentuan yang berlaku. Beras ini disiapkan untuk meringankan beban masyarakat, jadi kami harus menjaga agar penyalurannya berjalan benar," ujar salah satu anggota tim pemantauan di lokasi.

Para pengelola Rumah Pangan Kita dan pengecer menyambut baik kegiatan ini. Menurut salah satu pengelola RPK di Kecamatan Dempo Selatan, pendataan yang teratur membantu mereka mengatur stok agar tidak kehabisan atau menumpuk terlalu lama. "Kami bersedia membuka akses data kepada tim pemantauan, karena ini demi kebaikan bersama agar harga tetap terjaga dan warga bisa membeli beras dengan harga terjangkau," ujarnya.

Hasil dari pendataan dan pemantauan tersebut akan dijadikan dasar bagi pemerintah daerah untuk menyusun strategi penyaluran berikutnya. Jika ditemukan kekurangan stok di satu wilayah, alokasi pasokan akan segera disesuaikan. Sebaliknya, jika terjadi penumpukan, akan dilakukan evaluasi agar distribusi ke wilayah lain dapat diatur lebih baik. Dengan sistem ini, diharapkan beras SPHP di Kota Pagar Alam dapat terus menjadi penyangga utama ketersediaan pangan bagi masyarakat. Viving