Pagar Alam, – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan, Kota
Pagar Alam, dan Kabupaten Lahat terus memperkuat sinergi melalui kerja sama
regional MAPALA (Manna–Pagar Alam–Lahat) dalam upaya pengembangan sektor pangan
dan perikanan. Tindak lanjut kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam
menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di
wilayah perbatasan ketiga daerah.

Menindaklanjuti Kerjasama yang sudah disepakati oleh 3
(Tiga) Kepala Daerah yang sudah disepakati dalam beberapa waktu lalu, Badan
Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (BAPPEDA-LITBANG)
Kabupaten Bengkulu Selatan mengunjungi Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan
Kota Pagar Alam, Rabu (22/04/2026)

Sekretaris BAPPEDA-LITBANG Kabupaten Bengkulu Selatan, Arif
Gunawan,S.Pt didampingi Kabid Perekonomian, SDA dan Infrastruktur, Supintri,S.Sos.,M.Si
dan Perencana Ahli Muda, Ahmad Masyuri,S.Pi.,MM saat berkunjung ke Dinas
Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Pagar Alam mengatakan jika maksud dan
tujuan kedatangannya guna menindaklanjuti Kerjasama regional MAPALA yang sudah
terbentuk.

“Pada Tahun 2021 telah disepakati Kerjasama 3 Daerah yaitu
Kabupaten Bengkulu Selatan, Kota Pagar Alam dan Kabupaten Lahat. Pada Tahun
2023 sudah dibentuk perjanjian Kerjasama Antara Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten
Bengkulu Selatan dan Dinas Ketahanan Pangan Kota Pagar Alam di sektor Ketahanan
Pangan. Baik melalui sektor pangan maupun perikanan Kota Pagar Alam dan
Kabupaten Bengkulu Selatan sudah melaksanakan Kerjasama tersebut terutama dalam
suplai sayur-sayuran yang berasal dari Kota Pagar Alam dan Ikan yang berasal
dari Manna,” ucapnya
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan
Perikanan Kota Pagar Alam Jepri Zulfikar,SP.,M.Si melalui Sekretaris Dinas Deli
Andriani,SE.,MM didampingi Pejabat Fungsional Doni Alamsyah, SE; Desi
Indriani,SE; Nina Ade Legawa,S.ST.Pi, Septi Hidayati, SE.,M.Si dan Chandra
Adhitya,S.TP menyampaikan dengan komitmen bersama dari Kabupaten Bengkulu
Selatan, Kota Pagar Alam, dan Kabupaten Lahat, kerja sama MAPALA diharapkan
mampu menjadi model kolaborasi regional yang efektif dalam mendukung ketahanan
pangan dan pembangunan ekonomi berkelanjutan di wilayah Sumatera Bagian
Selatan.
“Beberapa langkah konkret yang akan dilakukan antara lain
pertukaran data dan informasi terkait produksi pangan, penguatan jaringan
distribusi antar daerah, serta pengembangan sentra perikanan air tawar dan air
laut. Kerja sama ini juga diarahkan untuk membuka peluang investasi di sektor
pangan dan perikanan, termasuk pengembangan industri pengolahan hasil pertanian
dan perikanan agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi,” tutupnya (Chandra)