PAGAR ALAM— Dinas Ketahanan Pangan dan perikanan kota pagaralam mengikuti rapat koordinasi data stok pangan strategis yang diselenggarakan oleh dinas ketahanan pangan dan peternakan provinsi Sumatera Selatan pada Kamis, 24 September 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat koordinasi, pemutakhiran, serta akurasi data stok pangan strategis sebagai bagian dari pemantauan kondisi ketahanan pangan di daerah.

Rapat koordinasi tersebut diikuti secara langsung oleh Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Pagar Alam, Deli Andriani S.E, M.M , serta Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan , Wanhari, S.E. Dalam kegiatan tersebut juga didampingi oleh sejumlah staf fungsional, yakni Doni Alamsyah, S.E., Rudianto, S.P., Isti Agustin, S.TP., Heni Eriani, S.Pt. , Novita Aini, S.P., Nina Ade Legawa, S.St.Pi., dan Sella Putri Utami, S.TP.

Rapat membahas koordinasi dan pemantauan data stok pangan strategis, termasuk upaya memastikan data yang dihimpun dari daerah dapat tersaji secara akurat, aktual, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ketersediaan data yang valid diilai penting untuk mendukung pemerintah dalam memantau kondisi pasokan pangan serta mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat memengaruhi ketersediaan pangan masyarakat. Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Deli Andriani S.E, M.M , menyampaikan bahwa koordinasi antarpihak menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas data pangan. “Koordinasi data stok pangan strategis ini sangat penting untuk memastikan informasi yang kita miliki benar-benar akurat dan terkini. Dengan data yang baik, kita dapat mengetahui kondisi ketersediaan pangan di daerah dan menjadikannya sebagai bahan dalam menentukan langkah yang diperlukan untuk menjaga ketahanan pangan,” ujarnya
Ia menambahkan, pemutakhiran data perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan pihak-pihak terkait. Hal tersebut diperlukan agar perubahan kondisi stok pangan di lapangan dapat terpantau dan dilaporkan secara tepat waktu. “Kami berharap sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah terus diperkuat, terutama dalam proses pengumpulan, verifikasi, dan pemutakhiran data. Data yang akurat bukan hanya menjadi bahan laporan, tetapi juga menjadi dasar penting dalam mendukung pelaksanaan program dan kebijakan ketahanan pangan,” tambahnya.

Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan terbangun kesamaan pemahaman dan persepsi dalam pengelolaan data stok pangan strategis antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung tersedianya informasi pangan yang lebih akurat, cepat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Rapat koordinasi data stok pangan strategis menjadi salah satu langkah dalam memperkuat sistem informasi ketahanan pangan di Sumatera Selatan, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menjaga ketersediaan dan keamanan pangan bagi masyarakat.Tutupnya ( Sella dan Yuli)