Pagar Alam, 21 Oktober 2026 - Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kota Pagar Alam melaksanakan monitoring Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Nasional dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia Tahun 2026 di Pasar Terminal Nendagung Kota Pagar Alam, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan
sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, sekaligus membantu
masyarakat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga yang terjangkau, terutama
di tengah kenaikan harga beras yang berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat
dan inflasi daerah.
Monitoring dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Pagar Alam, Jepri Zulfikar, S.P., M.Si., bersama Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan, Dwi Setyaningsih, S.E., serta staf Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan, yakni Rudianto, S.P., Ahmad Nawi, S.P., Doni Alamsyah, S.E., Chandra Adhitya, S.TP., Dela Pusvita, S.TP., Alan Hardi Putra, S.E., dan Viving Mulia, S.E.

Kegiatan ini turut
dihadiri oleh perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pagar Alam,
Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Bagian Administrasi Pembangunan, UPTD
Pasar Terminal Nendagung, serta perwakilan Satgas Pangan dari Polres Pagar Alam.
Dalam pelaksanaannya,
masyarakat dapat membeli beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP)
kualitas medium dalam kemasan 5 kilogram serta minyak goreng merek Minyak Kita
dalam kemasan 2 liter. Kehadiran kedua komoditas tersebut diharapkan dapat membantu
memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan harga yang lebih terjangkau.
Wali Kota Pagar Alam, H.
Ludi Oliansyah, menyampaikan bahwa pelaksanaan Gerakan Pangan Murah merupakan
bentuk komitmen Pemerintah Kota Pagar Alam dalam menjaga keterjangkauan harga
pangan dan melindungi daya beli masyarakat.
“Pemerintah Kota Pagar Alam terus berupaya memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga yang terjangkau. Melalui Gerakan Pangan Murah, kami berharap beban pengeluaran rumah tangga dapat terbantu, terutama ketika terjadi kenaikan harga komoditas pangan. Ketersediaan dan keterjangkauan pangan harus menjadi perhatian bersama agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala
DKPP Kota Pagar Alam, Jepri Zulfikar, S.P., M.Si., menjelaskan bahwa monitoring
GPM dilakukan untuk memastikan kegiatan berjalan dengan baik serta memberikan
manfaat nyata bagi masyarakat.
“Gerakan Pangan Murah ini
merupakan salah satu langkah konkret pemerintah dalam menjaga stabilitas
pasokan dan harga pangan. Kami terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan
harga dan ketersediaan komoditas pangan di pasar, khususnya beras dan minyak
goreng. Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat dapat memperoleh bahan
pangan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus mendukung upaya
pengendalian inflasi di Kota Pagar Alam,” ungkap Jepri.
Senada dengan hal
tersebut, Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Kota Pagar
Alam, Dwi Setyaningsih, S.E., menyampaikan bahwa sinergi lintas perangkat
daerah dan instansi terkait sangat diperlukan untuk memastikan kelancaran
distribusi pangan serta menjaga keterjangkauan harga di tingkat konsumen.
“Monitoring ini menjadi
bagian penting untuk melihat secara langsung pelaksanaan GPM, ketersediaan
komoditas yang dijual, serta respons masyarakat terhadap program tersebut. Kami
berharap kegiatan seperti ini dapat terus mendukung kelancaran distribusi pangan,
menjaga stabilitas harga, dan memastikan masyarakat memiliki akses terhadap
bahan pangan pokok yang cukup dan terjangkau,” jelas Dwi.
Pelaksanaan GPM Serentak
Nasional ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Pangan Sedunia Tahun 2026
yang mengusung tema internasional “Innovate Today, Nourish Tomorrow.”, yang
dapat dimaknai sebagai Berinovasi Hari Ini, Memberi Pangan untuk Masa Depan.
Tema tersebut menekankan pentingnya inovasi dan kolaborasi dalam membangun
sistem pangan yang berkelanjutan serta memastikan ketersediaan pangan bagi
generasi mendatang.
Melalui kegiatan ini, DKPP Kota Pagar Alam berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan perangkat daerah dan instansi terkait dalam menjaga ketersediaan, kelancaran distribusi, serta stabilitas harga pangan. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu mengendalikan inflasi daerah, meningkatkan daya beli masyarakat, dan mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di Kota Pagar Alam. (Dela)