PAGAR ALAM, Selasa 12 Mei 2026 - Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Pagar Alam terus melakukan pendataan angka konsumsi ikan (AKI) tahun 2026 untuk mengetahui pola makan dan kebutuhan protein hewani masyarakat. Pendataan ini menyasar kelompok perikanan di 5 kecamatan yang ada di Kota Pagar Alam.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Pagar Alam, melalui Kepala Bidang PPHPPUP Erwin S.T M.M mengatakan, kegiatan ini penting untuk menyusun program peningkatan konsumsi ikan sekaligus evaluasi capaian program Gemar Makan Ikan.

"Pendataan dilakukan dengan metode survei langsung ke kelompok perikanan. Kami tanya berapa penjualan ikan dalam seminggu, jenis ikan apa yang dijual dan dari mana sumbernya," ujarnya, Selasa (12/5/2026).

Hasil pendataan akan digunakan sebagai dasar perencanaan program, penyediaan ikan murah, dan edukasi gizi ke masyarakat. Tahun sebelumnya, angka konsumsi ikan Sumsel berada di kisaran 48-52 kg per kapita per tahun, masih di bawah rata-rata nasional.

Petugas lapangan yang langsung di ketua oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan yang diwakili oleh Kepala Bidang PPHPPUP beserta Staf langsung diterjunkan kelapangan dan sudah dibekali kuesioner standar dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Masyarakat diminta memberikan data yang akurat agar hasil survei bisa mewakili kondisi sebenarnya.
Pada hari ini pendataan angka konsumsi ikan kota Pagar Alam dilakukan di 4 kelompok perikanan yang berada di pasar Nendagung Kota Pagar Alam antara lain Shanum ikan giling, agen ikan Sakanah, pedagang ikan andri dan pedagang ikan dodi kegiatan ini hasil dari kolaborasi antara Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan beserta UPTD Pasar Nendagung.
Pemkot Pagar Alam menargetkan AKI Kota Pagar Alam bisa naik minimal 2 kg per kapita tahun ini. Upaya yang dilakukan antara lain pasar ikan murah, lomba masak ikan, dan sosialisasi di sekol
ah.