- 11 May 2026
- HUMAS DKP2
PAGAR ALAM- Badan Pangan Nasional kembali melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Analisis Konsumsi Pangan Berbasis Pola Pangan Harapan (PPH) Tahun 2026 untuk wilayah Sumatera dan Kalimantan pada Senin, 11 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas analisis data konsumsi pangan daerah guna mendukung penguatan ketahanan pangan nasional serta penyusunan program pangan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Bimbingan teknis ini diikuti oleh perwakilan perangkat daerah yang membidangi urusan pangan dari berbagai provinsi dan kabupaten/kota di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Kegiatan dilaksanakan secara terkoordinasi dengan menghadirkan materi teknis mengenai pengumpulan, pengolahan, hingga analisis data konsumsi pangan masyarakat berbasis Pola Pangan Harapan (PPH). Turut hadir mengikuti kegiatan tersebut Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan, Wanhari, S.E., bersama jajaran staf jabatan fungsional analis ketahanan pangan, yaitu Doni Alamsyah, S.E., Isti Agustin, S.TP., Novita Aini, S.P., Nina Ade Legawa, S.St.Pi., Yuliana J., S.P., serta Sella Putri Utami, S.TP.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan
pemaparan mengenai pentingnya analisis konsumsi pangan sebagai dasar penyusunan
kebijakan pembangunan pangan daerah. Selain itu, peserta juga dibekali
pemahaman terkait metode perhitungan skor Pola Pangan Harapan (PPH), teknik
validasi data konsumsi pangan, identifikasi kelompok pangan dominan, serta
penyusunan rekomendasi intervensi program peningkatan konsumsi pangan Beragam,
Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA).
Bimtek ini juga menjadi sarana koordinasi dan sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung target pembangunan sektor pangan nasional, khususnya dalam peningkatan kualitas konsumsi pangan masyarakat serta penurunan ketergantungan terhadap konsumsi pangan tertentu.

Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan,
Wanhari, S.E., dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa analisis konsumsi
pangan berbasis PPH memiliki peranan strategis dalam melihat kondisi pola konsumsi
masyarakat secara menyeluruh.
“Melalui kegiatan bimbingan teknis ini, kami
berharap seluruh peserta mampu meningkatkan kapasitas dan pemahaman dalam
melakukan analisis konsumsi pangan berbasis Pola Pangan Harapan secara lebih
akurat dan terukur. Data yang dihasilkan nantinya diharapkan dapat menjadi
dasar dalam penyusunan kebijakan dan program pangan yang efektif untuk
meningkatkan kualitas konsumsi pangan masyarakat,” ujar.
Ia juga menambahkan bahwa penguatan sumber daya manusia di bidang konsumsi pangan menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung ketahanan pangan daerah dan nasional.“Ketersediaan data konsumsi pangan yang valid dan berkualitas sangat penting untuk mendukung perencanaan program pangan yang tepat sasaran. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi aparatur daerah melalui kegiatan seperti ini harus terus dilakukan secara berkelanjutan,” tambah.
Dengan terselenggaranya bimbingan teknis ini,
diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah pusat dan
daerah dalam mewujudkan konsumsi pangan masyarakat yang lebih beragam, bergizi
seimbang, aman, dan berbasis sumber daya lokal guna mendukung terciptanya
ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.tutupnya (Yuli dan Sella)